Tag Archives: raja gitar dunia

Dunia Gitar

Kiprah Hebat Ian Antono dalam Dunia Gitar

Dunia gitar di Indonesia telah dipenuhi hiruk pikuk gitaris yang bertalenta, dan memiliki skill yang luar biasa. Mereka tidak bisa dianggap enteng, bahkan kemampuannya bisa disejajarkan dengan gitaris-gitaris negara lainnya. Nama-nama Ian Antono, Eet Syahranie hingga zamannya Piyu, Abdee Negara, dan Pay, menjadi jaminan bawah gitaris-gitaris Indonesia juga memang handal. Namun dalam tulisan ini, kita akan membahas karier panjang Ian Antono.

Ian Antono adalah “dewa” gitaris rock Indonesia. Sebelum bergabung bersama grup legendaris God Bless dia sudah malang melintang sejak tahun 1970. Pria kelahiran Malang, Jawa Timur, 29 Oktober 1950 ini awalnya menjadi pengiring Emilia Contesa, dan Trio The King di bawah naungan grup band Bentoel.

Dia mulai menyukai gitar setelah mendengarkan The Shadow. The Shadows adalah grup musik beraliran rock and roll dari Britania Raya. Band ini mulai berkiprah pada 1950-an hingga tahun 2000-an.  Kemudian gabung dengan band Abdi Soesman yang namanya sudah diperhitungkan.

Ian yang bernama asli Jusuf Antono Djojo Akhirnya mulai bergabung dengan God Bless pada 1974. Album pertama Ian Antono bersama God Bless berjudul God Bless dengan lagu andalah Huma di Atas Bukit, dan setan tertawa. Album ini dirilis pada 1975. Album tersebut sempat menghebohkan karena baru God Bless yang mengeluarkan album tapi tidak kompromi dengan permintaan pasar.

God Bless benar tampil utuh dengan sayatan melodi Ian Antono, vocal Achmad Albar, cabikan bas Donny Fattah, pukulan drum Teddy Sujaya, dan permainan keyboard dari  Jockie Surjoprajogo. Namun oleh kritik music lagu-lagu God Bless saat itu dianggap merupakan comotan dari melodi band-band terkenal seperti Genesis, Jethro Tull, Kin Ping Meh, Gentle Giant, Doobie Brothers, atau King Crimson.

Bersama God Bless, Ian kembali mengeluarkan album Cermin. Album ini diluncurkan lima tahun kemudian setelah peluncuran album pertama, yakni pada 1980. Sembilan tahun kemudian Ian bersama God Bless meluncurkan album Semut Hitam. Hebatnya album ini bisa diterima kalangan muda pada saat itu. Lagu Semut Hitam, Rumah Kita, dan Kehidupan sempat merajai top chart music di Indonesia. Gaya permainan gitar Ian  pun semakin kaya dengan efak,

Setelah menelorkan album Semut Hitam, Ian memutuskan untuk meninggalkan God Bless. Dia kemudian membentuk grup band Gong 2000. Gong 2000 merupakan proyek idealis music Ian Antono yang di dalamnya memasukkan musik etnik Bali.

Band ini cukup mendapatkan tempat di blantika music Indonesia, terbukti album Bara Timur berhasil menyabet The Best Selling Album dan The Best Arranger & Composer BAFS Award pada 1989, kemudian lewat album Laskar berhasil menjadi album terbaik  HDX Award  pada 1994. Bersama Gong 2000, Ian Antono berhasil meluncurkan empat album, yakni Bara Timur, Gong Live, Laskar, dan Prahara.

Ian Antono kembali lagi bergabung dengan God Bless. God Bless sendiri sempat meluncurkan album tanpa Ian, dan sebagai penggantinya adalah Eet Syahrani. Album tersebut adalah Raksasa, dan album kompilasi yang mengaransmen kembali lagu lama God Bless yang pernah hit.

Pada 1997, God Bless menduetkan Ian Antono, dan  Eet Sjahranie. Album tersebut berjudul “Apa Kabar?”. Album tersebut  mendapatkan pujian dari kritikus music karena konsep double gitar. Namun sayang album ini tidak begitu berhasil di pasaran.

Pada 2009 Ian Antono bersama personel God Bless lainnya seperti Achmad Albar dan Donny Fattah mencoba menghidupkan kenangan-kenangan indah. Mereka meluncurkan album berjudul 36th. Judul itu menandakan usia God Bless yang telah berusia 36 tahun. Sayang album ini kurang meledak di pasaran.

Di luar God Bless dan Gong 2000, Ian Antono juga menjadi musisi produktif yang menggarap artis-artis Indonesia, termasuk musisi legenda Iwan Fals. Nama-nama beken yang pernah mendapatkan sentuhan langsung dari tangan dingin Ian Antono adalah  Anggun C Sasmi, Nicky Astria, Doel Sumbang, Gito Rollies, Ebiet G Ade, Ikang Fawzi.

Sepanjang kariernya di dunia music, Ian selalu menggunakan gitar Gibson Les Paul Standar, Gibson SG Double Neck, Hamer, Kramer Tracer, Ibanez JEM 77, Washburn N-4, Gibson Les Paul Deluxe, Ovation Elite, Gibson Chat Atkins, Martin CMF, Martin EST 12 senar, dan Seagull. Dengan efek  Roland GP8. Harmonizer Eventid H-3000S.

Selain gitar-gitar yang disebutkan di atas, Ian Antono juga pernah menggunakan Fender Stratocaster. Tentu gitar yang digunakan Ian adalah gitar kesukaannya. Jika Anda tertarik ada model gitar Fender lainnya, yaitu Fender Standard Stratocaster, Maple Fretboard – Black, Fender American Special Stratocaster® Electric Guitar, Candy Apple Red, Maple Fretboard, Fender Standard Stratocaster, Rosewood Fretboard – Brown Sunburst, Fender Blacktop(TM) Stratocaster® HH Electric Guitar, Black, Maple Fretboard, dan Fender Classic Series ’70s Stratocaster® Electric Guitar, Natural, Maple Fretboard

Selain itu gitar Gibson lainnya selain  Gibson Les Paul Standar, ada Gibson model lain seperti Gibson Les Paul Studio 60s Tribute Electric Guitar, Worn Satin Ebony, Gibson SG Special 60s Tribute Electric Guitar, Worn Natural, Gibson Les Paul Melody Maker Electric Guitar, Satin Ebony, Gibson SG Special 60s Tribute Electric Guitar, Worn Ebony, dan B.B. King Autographed Signed BB King Gibson Lucille Guitar PSA

Adapun Ampli-nya adalah  Messa Boogie Strategy 400, Marshall JCM 900 1960, Trace Elliot AC-100, Messa Boogie Quad, Messa Boogie Tri Axis.

Demikian sepenggal kisah karier Ian Antono yang pernah mendapatkan Diamond Achievement Award atas dedikasinya yang tinggi dalam industri music Indonesia. Penhargaan itu dia dapatkan  pada 1995.

Semoga bermanfaat, dan bisa menjadi inspirasi. (*)